Banda Aceh, IDBN.News – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Selasa (7/7).
Melansir dari portal USK, Rektor Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., mengatakan, bertambahnya guru besar merupakan pilar penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Universitas yang unggul tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah atau peringkat internasional, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan solusi nyata melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rektor.
Saat ini USK telah memiliki 237 profesor dari berbagai bidang ilmu. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya dosen yang telah berstatus Lektor Kepala.
Lima profesor yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Dr. drh. Basri, M.Si. di bidang Biomaterial Oral, Mikrobiologi Oral, dan Nanoteknologi; Prof. Dr. Ramli, M.Pd. di bidang Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; Prof. Dr. Umi Fathanah, S.T., M.T. di bidang Teknologi Rekayasa Kimia Polimer dan Membran Fungsional; Prof. Dr. Ir. Laina Hilma Sari, S.T., M.Sc. di bidang Arsitektur Sains dan Lingkungan; serta Prof. Dr. Rusdha Muharar, S.T., M.Sc. di bidang Sistem Komunikasi Nirkabel.
Rektor menilai keberagaman kepakaran para profesor baru menjadi modal penting dalam memperkuat kolaborasi lintas disiplin. Inovasi di bidang kesehatan, arsitektur berkelanjutan, teknologi membran ramah lingkungan, pengembangan komunikasi 5G dan 6G, hingga penguatan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dinilai memiliki kontribusi strategis bagi kemajuan bangsa.
Menutup sambutannya, Rektor mengingatkan para profesor agar senantiasa menjadi teladan dalam menjaga integritas akademik serta menjauhi segala bentuk pelanggaran etika, seperti plagiasi, fabrikasi, falsifikasi, maupun praktik publikasi yang tidak etis.
Pengukuhan lima profesor baru ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan USK dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan perguruan tinggi yang inovatif, mandiri, serta berdaya saing di tingkat global. (Red)







