• Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
IDBN News
Advertisement
  • Daerah
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Keuangan
  • Wisata
  • Islam
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Keuangan
  • Wisata
  • Islam
No Result
View All Result
IDBN News
No Result
View All Result
Home Daerah

Satgas PRR Laporkan Progres Positif, Pemulihan Aceh Kian Mendekati Tuntas

IDBN by IDBN
10 April 2026
in Daerah, Headline
Satgas PRR Laporkan Progres Positif, Pemulihan Aceh Kian Mendekati Tuntas

Foto. Aceh.prov

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FcebookShare on TwitterShare on Whatsapp

BANDA ACEH, IDBN.News -Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Hidrometeorologi, saat ini terus menunjukkan hasil positif. Satuan Tugas Percepatan Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) mencatat berbagai sektor terdampak kini berangsur pulih, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan hunian bagi warga.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal Z.A, sebagamana dilansir Portal Aceh.prov, menyebut, hingga 6 April 2026 progres pembersihan lumpur telah mencapai 92 persen dari total 519 titik terdampak. Sebanyak 480 titik telah selesai dibersihkan, sementara 39 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Menurut Safrizal, capaian tersebut menjadi indikator proses pemulihan berjalan sesuai target. Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan media gathering terkait perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Aceh.

Selain pembersihan lumpur, perbaikan akses konektivitas darat juga menunjukkan kemajuan signifikan. Seluruh jalan nasional dan jembatan nasional yang terdampak kini telah diperbaiki mencapai 100 persen.

Sementara itu, perbaikan jalan daerah telah mencapai 92 persen. Untuk jembatan daerah, progres pemulihan saat ini berada di angka 54 persen dan terus dikebut agar akses masyarakat kembali lancar.

Dalam mendukung percepatan pemulihan, TNI turut berperan melalui pembangunan 97 jembatan darurat di berbagai wilayah Aceh. Jembatan tersebut terdiri atas 39 unit jembatan Bailey, 44 unit jembatan Aramco, dan 14 unit jembatan perintis.

Polri juga turut membangun 22 jembatan darurat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 unit atau sekitar 95 persen telah selesai. Sementara satu unit jembatan di Desa Samarena, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah masih dalam tahap penyelesaian dengan progres sekitar 60 persen.

Begitupun, pemulihan layanan kesehatan pun menunjukkan hasil memuaskan. 23 rumah sakit daerah yang terdampak kini telah kembali beroperasi. Demikian pula 309 puskesmas kini telah melayani masyarakat secara normal.

Untuk fasilitas puskesmas pembantu, dari total 860 unit terdampak, sebanyak 848 unit atau 99,60 persen telah beroperasi kembali. Sisanya masih dalam proses pemulihan.

Sementara itu, disektor pendidikan, seluruh 3.120 satuan pendidikan terdampak telah kembali menjalankan proses belajar mengajar. Mayoritas sekolah sudah menggunakan gedung asal, sementara sebagian lainnya masih memanfaatkan kelas darurat, tenda, maupun fasilitas sementara.

Pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak juga terus dipercepat. Hingga kini, realisasi pembangunan huntara telah mencapai 91,08 persen.

Kecuali itu, Safrizal mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama terkait penyediaan listrik di beberapa lokasi huntara. Salah satunya di Desa Keude Bungkah, Aceh Utara. Dari 46 unit huntara yang sebelumnya belum teraliri listrik, saat ini 23 unit sudah terpasang.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga telah mengusulkan tambahan 97 unit huntara untuk warga yang baru kembali dari pengungsian. Usulan tersebut akan diverifikasi lebih dulu guna memastikan lokasi pembangunan aman dari potensi banjir maupun longsor.

Pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian bagi masyarakat yang tinggal sementara di rumah keluarga atau tempat sewa. Bantuan sebesar Rp1,8 juta diberikan untuk tiga bulan pertama dan dapat diperpanjang hingga hunian tetap selesai dibangun.

Untuk pembangunan hunian tetap, hingga saat ini tercatat sebanyak 104 unit telah selesai dibangun dari total rencana 26.418 unit di Aceh.

Tak hanya fokus pada hunian, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi dengan total nilai mencapai Rp355,9 miliar. Bantuan tersebut mencakup jaminan hidup, perlengkapan isi hunian, serta dukungan pemulihan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, progres pembersihan dan pemanfaatan kayu sisa bencana telah mencapai 70 persen. Pemulihan sarana rumah ibadah juga hampir tuntas, dengan 906 dari total 918 rumah ibadah terdampak kini telah kembali difungsikan.

Sebanyak 12 rumah ibadah lainnya masih dalam proses pemulihan di sejumlah daerah, seperti Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

Diujung penjelasan, dia menyampaikan  komitmen pemerintah akan terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi hingga seluruh masyarakat terdampak benar-benar pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. *

Previous Post

Perkuat Program Ketahanan Pangan, Iskandar Desak BWS Bangun JIAT Di Simeulue

Next Post

Sekda Aceh Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027

IDBN

IDBN

Related Posts

No Content Available
Next Post
Sekda Aceh Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027

Sekda Aceh Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita

© 2026 Idbn.News - Informasi Terkini dan Terpercaya .

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Keuangan
  • Wisata
  • Islam

© 2026 Idbn.News - Informasi Terkini dan Terpercaya .