BENER MERIAH, IDBN.News – Tangis haru pecah saat Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kembali dibuka untuk umum, Kamis (2/7/). Jembatan yang sebelumnya rusak diterjang banjir dan longsor pada November 2025 itu kini berdiri kembali berkat semangat gotong royong masyarakat.
Momen peresmian yang terekam dalam sejumlah video dan beredar luas di media sosial memperlihatkan warga tak mampu menyembunyikan rasa haru. Setelah berbulan-bulan terputus, akses yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat itu akhirnya kembali dapat dilalui.
Jembatan Enang-Enang memiliki peran vital bagi warga. Selain menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, jembatan tersebut juga menghubungkan masyarakat dengan sekolah, fasilitas kesehatan, dan berbagai layanan publik lainnya. Selama akses itu terputus akibat bencana, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dengan waktu perjalanan yang lebih lama.
Kerusakan jembatan merupakan dampak dari rangkaian bencana banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025, dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang diperparah oleh degradasi lingkungan.
Melansir Kumparan, tokoh masyarakat setempat, Sahrial Abadi, mengatakan pembangunan jembatan sepenuhnya dibiayai melalui swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pihak mana pun. Dari hasil penggalangan dana, warga berhasil menghimpun lebih dari Rp1 miliar.
“Hingga saat ini sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk membangun kembali jembatan. Masih tersisa sekitar Rp555 juta yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya,” ujar Sahrial.
Ia mengungkapkan, dibukanya kembali akses tersebut menjadi penantian panjang masyarakat yang selama ini harus menghadapi berbagai keterbatasan akibat terputusnya jalur penghubung utama.
“Jalan ini resmi dibuka dan sudah dapat dilalui masyarakat setelah proses pengaspalan selesai. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ucapnya dengan suara bergetar.
Keberhasilan pembangunan Jembatan Enang-Enang menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Di saat bantuan belum kunjung datang, warga memilih bergerak bersama, menghimpun kekuatan dan sumber daya untuk memulihkan sendiri akses yang menjadi penopang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.(Red)







