KOTA JANTHO acehpos.online – Wakil Ketua Komisi I DPRK Aceh ,Muhibuddin Ibrahim alias Ucok Sibreh menyambut baik penyelenggaran teknologi tepat guna ( TTG) ke-24 Tingkat Provinsi Aceh di kompleks Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Selasa (30/5/2023) malam.
Acara pembukaan, dibuka Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Ir Mawardi.
Muhibuddn Ucok kepada media ini di kota Jantho menjelang pembukaan TTG mengatakan, sebenarnya teknologi tepat guna ini sangat dibutuhkan untuk kalangan masyarakat Aceh, karena apa, yang dikembangkan ini adalah teknologi yang murah meriah, sehingga dapat digunakan/ diterapkan oleh masyarakat dimana pun berada.
” Baik untuk pertanian, petdagangan, nanti dilihat yang sesuai dengan kebutuhannya yang mana. Sehingga Ekonomi Aceh ini, khususnya Aceh Besar bisa berkembang, meningkatkan pendapatan masyarakat dan akan lebih sejahtera”, kata Ucok saat meninjau lokasi TTG di kawasan Jantho Sport Center kota Jantho.
Menurut Ucok, politisi Partai Golkar ini, sebagai wakil rakyat pihaknya mendorong agar TTG harus dilihat yang mampu diterapkan untuk kemajuan perekonomian.
” Jadi harapan kami masyarakat menerapkan teknologi tepat guna”, katanya.
Pemerintah, lanjut Ucok Sibreh, dalam hal ini sudah memberikan jalan untuk dilaksanakan penerapan teknologi tepat guna.
” Saya melihat banyak hal-hal kecil tapi itu perlu. Misalnya bagaimana kita berdagang,bertanii, beternak. Ada alat-alat misalnya alat potong rumput yang lebih cepat dari yang sebelumnya, mungkin. Atau cara menanam padi yang lebih cepat, kena kita tidak menerapkan”, katanya.
Ucok Sibreh pun mengingatkan, supaya masyarakat yang mengunjungi lokasi pameran TTG yang digelar beberapa hari ke depan,
” Tidak hanya datang untuk main – main. Tapi lihat, pelajari dan terapkan.Itu yang kita inginkan supaya masyarakat mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan TTG ini”, harap Ucok.
Ia menilai, di Aceh, khususnya di Aceh Besar dalam bidang pertanian belum lengkap infrastruktur. Kalau infrastruktur ini tanggungjawab pemerintah membuat aliran irigasi, tentu menurut aturan. Karena adaa P3 A (Pengelola pengunpul air) itu, agar terjalin koordinasi di pemerintah bukan TTG.
” Karena di TTG sendiri, akan ditampilkan bagaimana cara bercicok tanam cepat, misalnya kalau dulu secara manual ditanam satu- satu, mungkin ada teknologi yang sekali tanam, tiga sampai lima, atau lebih. Kalau tangan manusia satu menit satu batang mungkin dengan TTG bisa satu menit 10 batang ditanam sejaligus’, kata Ucok memberi perbandingan
Dengan penerapan TTG , katanya, bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya.
” Kenapa masyarakat kita nggak seperti di Thalind, menggunakan akat-alat untuk melakukan cocok tanam yang bagus”, katanya.(Kas)








