BANDA ACEH, IDBN.NEWS– Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka sekaligus menghadiri Malam Penobatan Agam-Inong Duta Wisata Kota Banda Aceh Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Indoor Taman Budaya, Rabu malam (28/10).
Malam penobatan tersebut menjadi puncak rangkaian pemilihan Agam-Inong yang diikuti para finalis setelah melewati sejumlah tahapan, mulai dari audisi, pembekalan hingga karantina. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Jejak Harum Nanggroe: Banda Aceh, A City of Legacy.”
Dalam sambutannya, Illiza berpesan agar para finalis yang terpilih mampu menjadi duta promosi wisata dengan mengangkat warisan sejarah, budaya, tradisi, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas Kota Banda Aceh.
Ia berharap generasi muda dapat memanfaatkan kreativitas dan perkembangan media sosial untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas maupun wisatawan.
“Manfaatkan kreativitas dan media sosial untuk mengundang wisatawan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Potensi ini perlu didukung kreativitas dan promosi yang tepat,” ujar Illiza, mengutip Portal Prokopim Banda Aceh.
Illiza juga mengaitkan tema tersebut dengan gagasan besar Banda Aceh sebagai Kota Parfum. Menurutnya, minyak nilam Aceh memiliki reputasi di industri parfum dunia dan menjadi salah satu potensi unggulan yang perlu terus dikembangkan.
Program tersebut telah dirintis melalui kerja sama dengan International Labour Organization (ILO), sejak Semiloka Nasional Road to Launching di BSI Landmark Aceh pada Mei 2025. Gagasan itu juga telah diperkenalkan dalam sejumlah ajang nasional, termasuk INACRAFT di Jakarta.
Pada malam puncak tersebut, Illiza menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada Agam terpilih, Riffad Syabil, dan Inong terpilih, Meutya Azzahra.
Keduanya bersama para pemenang lainnya akan mengemban tugas mempromosikan destinasi wisata, kekayaan budaya, produk UMKM serta potensi ekonomi kreatif Kota Banda Aceh.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Irwansyah, Sekretaris Daerah Jalaluddin, unsur Forkopimda, para kepala OPD serta sejumlah tamu undangan.
Illiza berharap, melalui inovasi dan karya generasi muda, semangat Jejak Harum Nanggroe dapat membawa Banda Aceh semakin dikenal sebagai kota yang kaya warisan sejarah, kuat dengan nilai-nilai Islami, sekaligus mampu melahirkan gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(Red)











