Sinabang– Masyarakat Kabupaten Simeulue, Aceh, terutama di Desa Sebbe, Kecamatan Simeulue Tengah, Ramai membayar zakat fitrah menggunakan beras hasil panen sendiri.
“Untuk zakat fitrah khusus Desa Sebbe, beras jumlahnya 2.410 mok kemudian kepeng hanya 194.000 ribu rupiah, ” Kata Hamidi Mantan Kepala Desa Sebbe. Pada Jumat 28 Maret 2025.
Menurutnya, banyaknya warga membayar zakat dengan beras seiring melimpahnya hasil panen padi lokal tahun ini.
“Alhamdulillah, panen tahun ini sangat baik. Sehingga Warga kami banyak menunaikan zakat fitrah dengan beras hasil sendiri,”ujarnya.
Selain kemudahan berzakat, warga juga terbantu oleh program pemerintah yang menampung gabah petani. Meski sempat terjadi keterlambatan pembayaran dari Bulog, masalah tersebut telah terselesaikan.
” Walaupun kemarin sempat terjadi keterlambatan pembayaran dari pihak bulog ke petani, akan tetapi sudah selesai dibayarkan,” Kata Hamidi.
Disebutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran Pemerintah Daerah terutama Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue yang memfasilitasi para petani.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah terutama dinas pertanian yang telah berupayah membantu memfasilitasi kami para petani. Kita berharap kedepan, hasil panen petani semakin meningkat,” Tambah Hamidi.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Samsuar, SP., mengungkap kegembiraannya mendapat kabar petani binaan kabupaten setempat ramai membayar zakat fitrah menggunakan beras hasil panen sendiri.
“Alhamdulillah, ini kabar sangat menggembirakan dan membuktikan hasil panen petani Simeulue sangat baik,” ujar Samsuar kepada Kontrasaceh.net pada Jumat malam (28/3).
Meski begitu, Samsuar menyebut masih ada sejumlah target yang harus dicapai kedepan, dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Monas-Nusar, untuk mewujudkan petani di Simeulue lebih makmur dan bermartabat.
“Target kita kedepan memodernisasi pertanian simeulue” Kata Samsuar.
Untuk mewujudkan target tersebut Dia suda memiliki langkah strategis yang akan dilakukan untuk memodernisasi pertanian di kabupaten Kepulauan itu.
Disebutnya, langkah strategis yang akan dilakukan pertama Mekanisasi pertanian.”dengan penggunaan alat-alat canggih dapat menghemat tenaga dan waktu para petani.” Sebutnya.
Kemudian Dia akan menerapkan budidaya padi intensif sesuai rekomendasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Perluasan areal tanam dan pelaksanaan tanam serentak dua kali setahun.
“Kedepan, kita akan gunakan mesin pertanian modern dan teknik pemeliharaan tanaman yang lebih intensif agar petani lebih mudah dalam mengelola lahan pertanian, sehingga hasil produksi padi Simeulue semakin maksimal,”tegas Samsuar.
Sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Bupati dan Wakil Bupati Simeulue Monas-Nusar. Dinas pertanian dan pangan kabupaten Simeulue akan terus Fokus untuk memaksimalkan gerakan turun kesawah tanam serentak di 10 kecamatan.
“untuk masa tanam priode ke Satu tahun 2025 ini akan di gedor percepatan pergerakannya, agar petani kembali turun tanam padi setelah lebaran Idul Fitri 1446 H ini, ” Ujarnya
Ia juga menambaahkan, Atas nama pemerintah Daera Kabupaten Simeulue, Kadis Pertanian dan Pangan, Samsuar ,Sp,juga memberikan apresiasi kepada Perum Bulog setempat yang secara aktif membeli gabah kering panen petani langsung di lokasi desa dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Menurutnya, tim Bulog menunjukkan dedikasi luar biasa dengan bekerja hingga pukul 03.00 WIB malam untuk menimbang dan memuat gabah ke truk pengangkut.
“Kami salut kepada Kepala Bulog Simeulue dan tim yang begitu gigih, bahkan di bulan puasa sekalipun. Ini bukti keseriusan dalam mendukung petani lokal,” ujar Samsuar.
Selain Bulog, Kadis Pertanian juga mengapresiasi jajaran Kodim 0115 Simeulue termasuk Dandim, Danramil, dan Babinsa serta Polres Simeulue, Kapolres, Kapolsek, dan Babinkantibmas yang turun langsung mendampingi petani di lapangan.
sehingga gerakan pembangunan pertanian di kabupaten Simeulue berjalan dengan baik sesuai program astacita pak presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan kemandirian pangan
“Kehadiran TNI-Polri di lapangan memberikan rasa aman dan motivasi bagi petani. Ini adalah bentuk nyata sinergi untuk kemandirian pangan,” tambah Samsuar. (*)






