SIMEULUE – Sangat besar harapan kedepannya akan terbangun hubungan yang erat antara qori-qoriah se-Aceh dengan lembaga Wali Nanggroe untuk bersama membangun Aceh khusunya di bidang Tilawatil Qur’an dan bidang lainnya.
Hal itu disampaikan Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar saat menyampaikan arahan dalam acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVI tingkat Provinsi Aceh tahun 2023, di lapangan Pendopo Simeulue, Sabtu (02/12/2023) malam.
“Suatu kehormatan bagi saya pada malam yang berbahagia ini diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama di acara yang mulia ini,” katanya.

Ditambahkannya, selama pelaksanaan kegiatan yang dalam betuk perlombaan yang dilaksanakan MTQ Ke-XXXVI tahun 2023 segalanya adalah karena sebuah niat yang tulus ikhlas untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, bagi Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar yang sangat utama adalah masalah predikat kejuaraan adalah nomor dua, tapi semua peserta telah menunjukkan kualitasnya, niat dan keikhlasan hati bagaimana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Bahwa hakikat dari pelaksanaan MTQ ini, bukan semata-mata untuk berlomba mencari yang terbaik dari tang terbaik lebih dari itu, MTQ adalah salah satu bagian dari upaya kita bersama untuk kembali melestarikan tradisi mengaji yang dahulu sangat identik dengan kebiasaan hidup orang Aceh dari kota hingga pelosok gampong,” tuturnya.
Harus akui, lanjut Tgk. Malik Mahmud, tradisi tersebut harus tergerus oleh perkembangan jaman dan teknologi yang datang dari berbagai penjuru dunia yang sangat sulit untuk dikontrol, padahal di sisi lain perkembangan tersebut seharusnya semakin memudahkan upaya memasifkan kegiatan Beut dan Seumeubeut di berbagai tempat dengan beragam sarana tekhnologi saat ini.
“MTQ Ke-36 Provinsi Aceh tahun 2023 kini telah selesai, saya ucapkan selamat kepada yang dinyatakan sebagai juara tahun ini dan selalu bersemangat terus berupaya lebih baik lagi bagi yang belum meraih prestasi,” ucapnya.

Selanjutnya Wali Nanggroe Aceh menyampaikan, yang patut menjadi pokok perhatian semua ke depan adalah, bagaimana caranya agar upaya untuk meningkatkan tradisi mengaji di Tanoh Serambi Mekkah akan semakin pesat diupayakan.
“Bagi saya, seluruh peserta MTQ ini merupakan duta-duta Al-Qur’an yang akan mengembalikan kegemilangan tradisi mengaji dan melahirkan generasi-generasi penerus yang gemar membaca dan mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya.
Kegiatan MTQ ke-XXXVI tingkat Provinsi Aceh tahun 2023 di Kabupaten Simeulue resmi ditutup oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh diwakili oleh Kepala Dinas (Kadis) Syari’at Islam Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag., M.H.

Dalam event syiar islam dua tahunan yang digelar sejak 27 November hingga 02 Desember itu, kafilah asal kota Banda Aceh berhasil menjadi juara umum mengalahkan Aceh Besar sebagai juara dua kali beruntun pada MTQ Aceh sebelumnya dengan terpaut dua perolehan nilai. Kota Banda Aceh memperoleh nilai total 66, sedangkan Aceh Besar mencapai 64, sekaligus meraih juara ke dua.
Kemudian juara ke tiga diraih oleh Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Langsa, juara keempat diraih oleh Aceh Utara, sedangkan Kabupaten Simeulue meraih peringkat kelima. Selanjutnya juara umum lainnya yang masuk ke dalam 10 besar yakni, Kabupaten Pidie, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Barat.
Pj. Gubernur Aceh, dalam sambutannya dibacakan Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Zahrol Fajri mengatakan, event MTQ tersebut sebagai salah satu sarana yang paling efektif bagi umat Islam untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Maka bentuk interaksi ini perlu dikembangkan terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Zahrol Fajri.
Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh peserta, terutama bagi para juara, agar tidak lekas berpuas diri, karena, kata Zahrol Fajri, akan banyak lagi tantangan ke depan, terlebih dalam menghadapi even MTQ tingkat nasional dan internasional.
“Begitu pula bagi peserta yang belum berhasil, diharapkan tidak kehilangan semangat dan berkecil hati, jadikan event MTQ ini sebagai ajang refleksi, evaluasi dan terus meningkatkan kemampuan, serta terus berinteraksi dengan Al-Qur’an,” harapnya. (*)








