SIMEULUE, IDBN.News – Memasuki tahun kedua pemerintahan Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris (Monas) bersama Wakil Bupati Nusar Amin, program ekonomi biru yang digaungkan sebagai salah satu fokus pembangunan mulai menunjukkan tanda-tanda progres.
Ini sejalan dengan kunjungan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke Simeulue meninjau sejumlah titik usulan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di dikabupaten kepulauan Aceh itu.
Kehadiran tim KKP dinilai menjadi sinyal positif, dalam mengembankan potensi bahari Simeulue masuk dalam agenda pembangunan nasional. Bukan tanpa alasan, pasalnya, sebagai wilayah yang dikelilingi lautan, Simeulue terbilang memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang terbentang, hanya saja belum tergarap maksimal.
Karena itu, program KNMP dilirik sebagai peluang strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi biru. Terlebih, pogram tersebut digagas dengan pendekatan terintegrasi, mulai dari penataan permukiman, penguatan sarana usaha tangkap, hingga fasilitas distribusi hasil laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Simeulue, Suprimansyah, kepada IDBN.News, (17)4) mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan sembilan titik lokasi KNMP yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Ada sembilan titik lokasi KNMP yang kita ajukan meliputi semua kecamatan. Alhamdulillah, saat ini tim KKP sedang melakukan survei terhadap usulan tersebut,” ujarnya.
Jika disetujui, timpalnya, program ini akan memberikan efek domino. Sebab, selain, berpotensi memperoleh dukungan anggaran hingga Rp22 miliar dari APBN. Keberadaan KNNP juga berdampak positi terhadap pembangunan infrastruktur serta mendorong aktivitas ekonomi masyrakat Simeulue.
Tak hanya itu, program KNMP juga dirancang mendukung kebutuhan dasar nelayan, termasuk rencana penyediaan bahan bakar minyak dengan harga eceran tertinggi (HET).
Disisi lain, pemerintah Kabupaten Simeulue turut memperkuat sektor hilir melalui kerja sama pemanfaatan gudang beku di Desa Lugu bersama PT Usaha Mina Merauke. Kerjasama ini, bukan hanya berfokus pada produks hasil laut, namun juga menyasar pada pengolahan dan distribusi hasil darat.
Nah, dari kerja sama tadi, disebutkan pemerintah daerah memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp260 juta pada tahun ini. Meski demikian, tantangan pembangunan masih perlu diselesaikan, mulai dari konektivitas logistik, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk tersedianya lahan KNNP.
“Dengan kehadiran KKP ini artinya upaya yang kita lakukan mendapat respons positif. Karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan demi kemajuan Simeulue,” Pungkasnya.*








