SIMEULUE, IDBN.NEWS – Gangguan transportasi laut kembali menempatkan masyarakat Kepulauan Simeulue pada situasi yang tak ideal. Bagaimana tidak, di tengah terganggunya pelayanan KMP Teluk Sinabang akibat kendala teknis saat berlayar, KMP Aceh Hebat 1 yang diharapkan menjadi salah satu alternatif justru masih sandar di Pelabuhan Sinabang.
Kondisi ini sontak mendapat sorotan Anggota DPR Aceh, Ir. Iskandar. Ia mendesak ASDP, Dinas Perhubungan Aceh dan otoritas terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengoperasionalkan kembali KMP Aceh Hebat 1 pada rute Sinabang–Calang, Aceh Jaya.
Menurut Iskandar, persoalan transportasi laut Simeulue tak boleh hanya dipandang sebagai persoalan teknis semata. Bagi masyarakat di daerah kepulauan yang terpisah dari daratan Aceh itu, transportasi laut merupakan urat nadi mobilitas sekaligus jalur utama distribusi kebutuhan masyarakat.
“Transportasi laut bagi masyarakat Simeulue adalah kebutuhan primer. Kita tidak bisa membiarkan konektivitas masyarakat terganggu tanpa kepastian solusi,” kata Iskandar, Senin (7/9).
Di tengah kondisi tersebut, Iskandar menilai keberadaan KMP Aceh Hebat 1 seharusnya segera dimaksimalkan untuk menjaga konektivitas masyarakat Simeulue, khususnya rute Sinabang–Calang.
“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban karena persoalan transportasi ini berlarut-larut. Harus ada solusi konkret dan nyata, bukan hanya retorika,” tegasnya.
Ia mengingatkan, terganggunya transportasi laut bukan hanya persoalan penumpang yang kesulitan bepergian. Dampaknya dapat merembet pada distribusi barang, aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat hingga harga kebutuhan pokok.
“Kalau transportasi laut terganggu, distribusi barang juga ikut terganggu. Pada akhirnya masyarakat yang menanggung dampaknya, termasuk melalui kenaikan harga kebutuhan pokok,” tuturnya lagi.
Karena itu, ia meminta semua pihak yang memiliki kewenangan, termasuk ASDP, Dinas Perhubungan Aceh dan UPP Kelas III Calang, memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan transportasi laut Simeulue.
“Sekali lagi, Ini kebutuhan dasar dan kebutuhan masyarakat luas. Jadi, harus ada langkah cepat dan nyata untuk memastikan jalur transportasi laut Simeulue tetap berjalan,” Imbuhnya.
Diakhir pernyataan persnya, putra asli Simeulue itu memastikan akan terus mengawal dan memantau perkembangan persoalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari ASDP maupun pihak terkait lainnya. (Red).








