BANDA ACEH, IDBN.NEWS – Persaudaraan Pidie Raya (PIRA) mendesak Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusut tuntas jaringan dan aktor intelektual di balik pengungkapan pabrik narkotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Pidie, Aceh.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum PIRA, Zakaria A Gani, kepada awak media di Banda Aceh, Minggu (1/11). Ia meminta aparat penegak hukum tak berhenti pada penangkapan pelaku di lokasi, tetapi juga memburu pemodal dan pihak yang mengendalikan bisnis haram tersebut.
“Kami sangat menyayangkan adanya pabrik sabu-sabu di Kabupaten Pidie. Ini merupakan kejahatan luar biasa yang telah mencoreng nama baik daerah. Karena itu, kami meminta Polri bersama BNN mengusut tuntas siapa pun yang terlibat, termasuk aktor utama dan pemodalnya,” ujar Zakaria, sebagaimana siaran pers yang diterima media ini
Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut harus menjadi pintu masuk untuk membongkar seluruh mata rantai jaringan narkotika, mulai dari proses produksi, pendanaan hingga distribusi.
Ia menegaskan, siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum dan diberikan hukuman setimpal.
Zakaria menyebut, keberadaan pabrik sabu di Pidie sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama, adat istiadat, dan kehidupan sosial masyarakat yang selama ini dijunjung tinggi di daerah tersebut.
“Jangan sampai nama baik Pidie dirusak oleh segelintir orang yang hanya mencari keuntungan dari bisnis narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, PIRA menegaskan tak ada tempat bagi segala bentuk kejahatan narkotika di Kabupaten Pidie, baik penyalahgunaan, peredaran gelap maupun produksi narkoba.
Karena itu, Zakaria mengajak Pemerintah Kabupaten Pidie, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, kalangan pendidikan, organisasi kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan bersama memerangi narkoba melalui kampanye “Pidie Menolak Narkoba” hingga ke tingkat gampong.
Begitupun Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan produksi maupun peredaran narkotika.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Kami berharap kasus pabrik sabu di Pidie ini diungkap sampai ke akar-akarnya,” pungkas Zakaria. (Red)












