SIMEULUE, IDBN,News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan 10 dari Partai Golkar, Iskandar, kembali menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses tahap II tahun 2026 di Masjid Nurul Huda, Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, kabupaten Simeulue, Minggu (24/5.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Desa Air Dingin, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, dan warga setempat itu berlangsung penuh antusias. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari pembangunan infrastruktur, bantuan sarana tangkap nelayan, hingga pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satu aspirasi yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah keinginan masyarakat untuk mengembangkan produk UMKM lokal serta membangun gerai souvenir khas Simeulue yang dapat menjadi pusat pemasaran hasil kerajinan dan produk unggulan desa.
Daliati, salah seorang pengrajin di Desa Air Dingin, mengatakan masyarakat memiliki berbagai produk yang berpotensi dikembangkan menjadi oleh-oleh khas daerah. Namun hingga kini, para pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam hal pelatihan, pengemasan, dan pemasaran.
“Kami punya anyaman pandan, kuliner, kain tenun sederhana, serta souvenir lainnya. Tapi belum ada wadah dan pelatihan agar produk-produk ini bisa menjadi oleh-oleh khas yang layak dipasarkan,” ujarnya.
Selain pelaku UMKM, kalangan pemuda desa juga menyampaikan pandangannya terkait potensi pariwisata Simeulue yang terus berkembang. Menurut mereka, kehadiran produk souvenir khas daerah akan menjadi nilai tambah bagi sektor wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Iskandar menilai pengembangan UMKM dan produk khas daerah merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“UMKM dan souvenir khas adalah salah satu jalan untuk menghidupkan ekonomi masyarakat. Jika didukung pelatihan, pengemasan yang baik, dan akses pemasaran yang memadai, produk lokal Air Dingin memiliki peluang besar untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menyatakan akan mendorong instansi terkait untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pelatihan desain produk, pengemasan, hingga pemasaran digital. Selain itu, ia juga berkomitmen memperjuangkan dukungan anggaran bagi pengembangan galeri atau gerai UMKM desa melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).
Kepala Desa Air Dingin, Ismadi Alamsyah, menyambut baik perhatian yang diberikan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, warga memiliki semangat dan kemampuan untuk berkembang, namun masih membutuhkan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Kalau ada pendampingan, penghasilan masyarakat pasti meningkat. Kami siap bergerak dan mendukung program tersebut,” katanya.
Di akhir kegiatan, Iskandar menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut akan menjadi bahan perjuangan di tingkat provinsi. Ia juga berjanji akan terus mengawal tindak lanjut usulan warga agar tidak berhenti pada tahap penyampaian aspirasi semata.
“Kami akan terus memantau dan mengawal usulan masyarakat ini. Harapan warga tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” timpalnya.(red).









